Wawancara

Sosok KH. Najib Abdul Qodir sebagai Pemegang lisensi pengajaran Al-Quran bi-assanad.

Haul ke-72 Al Magfurlah KH. M. Moenawir tahun ini bertepatan dengan 1 abad berdirinya Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta. Hal ini merupakan bukti sejarah keberadaan Pondok Pesanten Sebagai lembaga pendidikan agama Islam khususnya bidang Al-Qur’an di Indonesia. Sosok  KH. R. Najib Abdul Qodir sebagai pengasuh Madrasah Hufadz telah melahirkan ratusan Hafidz Al-Quran yang kini tersebar di seluruh penjuru Nusantara. Selain itu beliau adalah pemegang lisensi pengajaran Al-Quran  dengan sanad yang telah diajarkan oleh KH.M.Moenawwir . Bagaimanakah kisah pengembaraan beliau dalam menghafal Al-Quran dan seperti apa ciri khas metode pengajaran Al-Qur’an dengan sanad PP. Al-Munawwir Krapyak.  Berikut hasil wawancara crew El-Tasriih.

Kepada siapa Mbah Najib menghafal Al-Qur’an ?

Saya sendiri  tidak bisa khatam dengan mbah Arwani Amin Kudus karena sudah akhir-akhir, sanad qiro’ah sab’ah dari mbah Arawani yang bisa khatam hanya sekitar 13-15 santri saja. Saya khatam tapi jalurnya lewat muridnya Mbah Arwani  yaitu mbah KH.Muhammad  Hisyam bin Haji Hayat badalnya mbah Arwan kurang lebih dengan waktu selama 4-5 tahun. Karena saat itu saya tidak bisa aktif penuh, karena 2-3 bulan saya sakit kemudian pulang agak lama.

Mengapa Mbah Najib memutuskan untuk menghafal Al-Qur’an?

Saya sudah ditanamkan untuk menghafal Al-Qur’an sejak kecil karena dulu Mbah Moenawir itu sebagai seorang hafidz Qur’an jika anak-anaknya tidak menghafal ya kurang maremlah. Saya dulu belum bisa baca tulis sudah di didik menghafal oleh mbah Kiai Ahmad Munawwir sampai dapat beberapa juz. Padahal saat  itu saya  belum bisa membaca Al-Qur’an dengan benar, ya kira-kira masih SD tapi sudah dilatih menghafal di tuntun 1 halaman atau 2 halaman.

Seperti apa ciri Khas Pengajaran Al-Qur’an di PP. Al Munawwir Krapyak?

Yang menjadi ciri pengajaran disini  yaitu baca’an-bacaan di baca dengan cara musyafahah jadi ada tempat-tempat waqof nya tersendiri tapi sekarang sudah agak diperinganlah, tidak harus berhenti asal bacaanya benar. Tapi tetap ciri tanda-tanda tersendiri  memang tujuanya agar santri yang masih baru  dapat latihan untuk lebih cepat sebagai mana yang di ajarkan dulu, ada yang berhenti di akhir ayat ada yang belum ayat tapi sudah berhenti. Itu saja jika dari sisi arti mungkin ada yang belum baik tapi karena itu hanya untuk melatih sifatnya agar santri baru tahu bagai mana cara memberhentikan kalimat agar bacaan-bacaannya bisa pas belum dilagu. Nanti kalau bacaanya sudah pas mahrojul hurufnya baru diperhalus dengan di murotal yang waqofnya bisa dirubah-rubah tapi yang pokonya harus sudah bisa.

Bagaimana cara Mbah najib Menjaga Hafalan ?

Secara lahiriyah ya, harus di deres, di ulang-ulang, di muroja’ah takror. Tiap hari minimal satu juz sebagaimana wasiat mbah Kiai Arwani, jika sudah pulang kerumah diingat-ingat tanggal berapa kalau tanggal 1 ya baca juz satu kalau bulan itu tanggalnya hanya 29 di akhir 2 juz itu minimal, syukur satu minggu sekali bisa khatam.

Apa harapan mbah Najib dari momen satu abad ini ?

Harapan saya dengan diadakanya peringatan 1 abad berdirinya PP. Al-Muawwir bisa menggugah dan mengenang jasa-jasa mbah Moenawir bisa lebih semangat untuk menimba ilmu dalam menghafal Al-Qur’an juga ilmu-ilmu Ulumul Qur’an sampai ilmu Qiro’ah sab’ahnya karena banyak yang menganggap Qiro’ah sab’ah ini sulit dipelajari  juga sepertinya agak males karena memang memerlukan waktu yang lama. Selain itu menambah semangat para santri untuk memepelajari ilmu-ilmu warisan mbah Moenawir seperti Qiro’ah sab’iyah itu. Maka dari itu dalam acara  peringatan 1 abad  akan diadakan  sema’an Qiro’ah Sab’iyah walaupun hanya secara simbolis tidak sampai khatam. karena jika seaman 30 juz  biasa, memerlukan waktu 10- 12 jam sema’an dengan Qiro’ah Sab’iyah tidak mungkin nanti hanya sekedar 1 sampai 2 juz saja. (ved/14 dan ame bin umar)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: