KH. RADEN MA’MUN NAWAWI


Beliau dilahirkan di kampung Cibogo pada hari Kamis bulan Jumadil Akhir 1334 H/1915 M. pada usia 13 tahun beliau tamat sekolah dengan hasil diploma satu. pada usia 15 tahun beliau melanjutkan pesantren ke sempur plered sampai 7 tahun.kemudian dilanjutkan ke Mekkah Musyarofah selama 2 tahun. Selama di Mekkah beliau berguru pada lebih dari 13 Muallif, di antaranya Sayyid Alwi Al-Maliki dan Mama KH. Mukhtar Athorid Al-Bogori. sekembalinya dari Mekkah beliau melanjutkan studinya ke Jawa ( usia 24 tahun) di Jombang Kediri di bawah asuhan Hadrotus Syaikh Hasyim Asy’ari, kemudian ke Syaekh Ihsan Jampes dan yang lainnya selama setahun.
Beliau belajar falak ke Habib Utsman Jakarta,Termas Jatim dan Mualif Kitab Sullamunnayyiroin.

Pada usia 25 tahun muqim di kampung Maja Pandeglang selama 2 tahun.Kemudian kembali ke Kampung asal Cibogo Cibarusah pada tahun 1359 H/1940 M mendirikan Pondok Pesantren Al-Baqiyatussholihat tepatnya pada bulan Rajab 1359 H.
Beliau wafat pada malam Jum’at 26 Muharram 1395 H jam 01.15 bertepatan tanggal 7 Februari 1975 M di Cibogo pada usia 61 tahun.

Peninggalan beliau adalah Pondok Pesantren yang saat ini diteruskan oleh putranya KH.Jamaludin Nawawi. beliau juga meninggalkan karya-karya tulis di antaranya At-Taisir Fi Ilmi Falak, Bahjatul Wudhuh,Manasik Haji, Khutbah JUm’at,Kasyful Humum, Majmu’atu da’wat, Risalah Zakat, syair qiyamat, Risalah Syurbuddukhon dll.

Pada masa perang kemerdekaan beliau juga mengadakan pelatihan militer santri Hizbullah di Cibarusah yang kemudian di kirim ke Bekasi untuk menghadapi tentara sekutu secara frontal di bawah komandan yang juga temen seperjuangannya yang dikenal sebagai macan dari Bekasi yaitu KH.Nur’Ali yang baru-baru ini mendapatkan gelar pahlawan nasional.
(baca sedikit)
Beliau dilahirkan di kampung Cibogo pada hari Kamis bulan Jumadil Akhir 1334 H/1915 M. pada usia 13 tahun beliau tamat sekolah dengan hasil diploma satu. pada usia 15 tahun beliau melanjutkan pesantren ke sempur plered sampai 7 tahun.kemudian dilanjutkan ke Mekkah Musyarofah selama 2 tahun. Selama di Mekkah beliau berguru pada lebih dari 13 Muallif, di antaranya Sayyid Alwi Al-Maliki dan Mama KH. Mukhtar Athorid Al-Bogori. sekembalinya dari Mekkah beliau melanjutkan studinya ke Jawa ( usia 24… (baca lebih banyak)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: